Itulah sebuah judul dalam postingan kali ini, "Ikan Mikih adalah Ikan yang sekarang ada di kabupaten Mukomuko. Mengapa demikian???, Karena dari beberapa Daerah yang ditemui belum terlihat yang namanya Ikan Mikih ini, "Orang Mukomuko Menyebutnya Ikan Mikih".
Berdasarkan Informasi, Ikan ini nantinya akan menjadi Ikan faforit dan dapat dijadikan sebagai Ikon di Daerah kabupaten Mukomuko, Mengapa demikian??? 
Karena ikan Mikih ini belum ada di Daerah lain, sementara yang ada hanya di kabupaten Mukomuko, dan penyebarannya  juga lebih banyak di Desa Air dikit, Kecamatan Air dikit.
"Bahwa Ikan Mikih ini Hampir sama dengan Ikan Belanak, Namun memiliki dua sirip". Disampaing Ikan Faforit Ikan Mikih ini merupakan Ikan Istimewa karena sangat digemari oleh masyarakat sekitarnya, selain rasanya enak, gurih, dan nikmat,  ikan Mikih ini memiliki aroma  yang harum disamping memiliki khas rasa yang manis/ lezat. Dengan kelebihan yang terdapat pada ikan Mikih tersebut, tidak hanya pada dagingnya saja yang enak tetapi juga telurnya sangat lezat, sehingga sangat wajar kalau Ikan Mikih tersebut sangat disukai oleh Penduduk setempat bahkan Penduduk lainnya yang pernah merasakan ketika berada di Mukomuko.
Dengan Antusiasnya masyarakat untuk melakukan Budidaya ikan tersebut, maka dalam hal ini Dinas kelautan dan perikanan berupaya untuk melakukan sistim Identifikasi sebagai langkah awal.
Kemudian untuk membuktikan ikan tersebut endemik dan hanya terdapat di Mukomuko saja; maka DKP Bersama peneliti mengidentifikasi spesies ikan mikih tersebut ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Yang anehnya, "Peneliti telah melakukan identifikasi tetapi belum/ tidak ditemukan koleksi ikan mikih di LIPI," jadi sepertinya Ikan Mikih ini ternyata hanya terdapat di daerah ini saja, sedangkan di daerah lain khususnya di Wilayah  Indonesia ikan tersebut belum ditemukan. (sumber: Antara, DKP.Mm.Pemkab.Mukomuko).

Identifikasi itu dilakukan oleh peneliti dan tujuannya untuk mengetahui tentang karakteristik "ikan  mikih`  termasuk jenisnya, karena  LIPI  memiliki banyak data perikanan yang tersebar di Indonesia.

Menurut Jojo Subagya, Peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar Bogor, "bahawa salah satu karakteristik jenis ikan Mikih itu membutuhkan banyak oksigen untuk dapat bertahan hidup sesuai dengan kondisi sungai yang menjadi tempat tinggalnya, yakni air deras dan berbatu".

"Jadi untuk mendapatkan ikan ini maka semua peralatan harus lengkap, salah satunya oksigen, ditambah lagi tempat penangkarannya, Usahakan jangan sampai terlalu jauh dengan habitat aslinya  di sungai tersebut," ujarnya lagi.
Berdasarkan Informasi sementara, Untuk saat ini Ikan Mikih sudah dalam penjinakkan di Dinas Kelautan Perikanan, Namun karena kesulitan untuk menangkapnya dalam keadaan hidup, sehingga kini ada 2 ekor jenis betina yang masih kecil guna mendapatkan adaptasi untuk penelitian selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh pihak LIPI, seperti Ikan emas dan Ikan Nila.
Hasil penelitian sementara yang diketahui bahwa Ikan Mikih ternyata bisa hidup dan bertahan dengan sistim perairan tawar yg memiliki kandungan Oksigen yg cukup tinggi,  dan  pola hidup ikan tersebut memakan berbagai jenis buah-buahan yang terdapat di hulu Sungai Air Dikit. Namun, "Untuk saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan masih merasa kesulitan untuk melakukan budidaya ikan Mikih tersebut.
Alasan ini juga dapat kita ambil contoh sebelum ikan Salmon bisa dibudidayakan, untuk mencapai keberhasilan sangat membutuhkan waktu selama 14 tahun baru bisa berhasil.
Mari Kita doakan saja semoga hasil penelitian selanjutnya untuk perkembangan Ikan Mikih bisa berhasil dalam waktu yg tidak terlalu lama sehingga Ikan ini diharapkan Menjadi Ikon di kabupaten Mukomuko sebagai penghasil Ikan Mikih di Wilayah Bengkulu Umumnya dan Khususnya di Kabupaten Mukomuko.

Demikian saja sekedar berbagi Informasi, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan
Terima kasih atas kunjungannya



Pemkab.Mukomuko (http://mukomukokab.go.id/)
Dinas kelautan dan Perikanan Mukomuko
Antarabengkulu


http://mukomukokab.go.id/
 
Top