“Menjadi inspirasi bagi siapa pun, bahwa keterbatasan fisik tak akan menghalangi seseorang untuk mencapai kesempurnaan hidup.” —Eko Ramaditya Adikara Tunanetra, komposer musik internasional, dan penulis buku Blind Power


Hidup menghadapkan kita dengan segala macam rintangan. Keberhasilan melewatinya ditentukan oleh ketangguhan dan kesabaran. Namun, kadang orang butuh inspirasi untuk terus menghidupkan semangat juang. Oleh karena itu, dunia selalu membutuhkan sosok-sosok teladan yang membuktikan bahwa tak ada tantangan yang tak dapat luruh.


Salah satu sosok luar biasa dan inspiratif itu adalah Helen Keller. Lahir tahun 1880, penyakit yang dideritanya pada usia 19 bulan membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengaran. Kebutaan dan ketulian tak memadamkan semangat hidup dan keingintahuan Helen. Berkat jasa sang guru, Annie Sullivan, bakat dan kecerdasan Helen pun mekar tak terbendung oleh cacatnya. Dia menulis cerita pertamanya pada usia 12 tahun, dan merupakan penderita buta-tuli pertama yang meraih gelar B.A. Helen kemudian menjadi seorang pembicara dan penulis ternama, dan sebagai aktivis dia berkeliling dunia untuk menentang penindasan perempuan, perang, dan eksploitasi atas kelas pekerja.

Sosok seperti Helen Keller dikenal dunia sebagai simbol keberanian menaklukkan kesulitan yang memuncak. Namun, dia lebih daripada sebuah simbol. Dia membaktikan hidupnya untuk menolong orang lain. Pencapaiannya merupakan hasil kerja samanya dengan seorang guru penyabar dan tangguh. Kisah kehidupan Helen Keller yang disajikan dalam buku ini dapat menjadi inspirasi siapa pun yang tak ingin tunduk oleh keterbatasan dirinya. (less)

 
Top